Jadi Lesbian, Irshad Manji Tetap Dicintai Ibunya


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Melawan rasa takut untuk mengatakan sebuah kejujuran bukan perkara mudah. Termasuk kepada orang terdekat sekalipun, seperti halnya keluarga. Irshad Manji, penulis berkewarganegaraan Kanada itu, telah melakukannya ketika menceritakan gagasan dan pemikiran tentang Islam kepada ibunya.

Al Quran, dalam interpretasi Irshad, mengatakan bahwa semua yang diciptakan Tuhan adalah sempurna. Tidak ada ciptaaanNya yang sia-sia. Tuhan menciptakan siapun menurut yang dikehendakiNya.

“Ketika dulu pertama kali saya mengatakan apa yang saya yakini saat ini kepada ibu saya. Awalnya ibu saya memang kecewa dengan apa yang saya sampaikan,” ucapnya, saat berbincang-bincang bersama Tribunnews.com, Senin(14/5/2012). Apalagi, ketika ia pernah secara terbuka mengatakan dirinya seorang lesbian.

Namun, belakangan ibunya menerima keadannya. Bahkan, sekarang menjadi orang yang paling mendukung setiap aktivitasnya. Itulah buah kejujuran yang diungkapkannya kepada wanita yang melahirkannya itu.

“Ketika saya jujur saat itu, ia mengatakan bahwa ia tetap mencintai saya sebagai putrinya. Apapun kondisinya, ia mengatakan tetap menyayangi saya,” ucap penulis buku “Allah, Liberty and Love”.

Namun, interpretasinya terhadap Al Quran membuat kaum Islam fundamental geregetan. Ia dinilai sebagai seorang provokator dan penyebar “tafsir setan” atas Al Quran. Sikap kritis Manji rupanya harus ditebus dengan munculnya berbagai ancaman dari kalangan Muslim radikal.

Ibunya bahkan menghawatirkan keselamatannya. Sebab, Irshad selalu mendapatkan ancaman pembunuhan terkait gagasan dan keyakinannya yang dituangkan lewat buku-bukunya tersebut. Saat itu, ia melihat ibunya benar-benar gelisah.

“Saya merasa terharu ketika ibu saya mengatakan jantung serasa berada di tenggorokannya yang membuatnya seringkali tercekat,” ucapnya. Namun, Irshad tetap memegang teguh pada pendiriannya. Tidak mungkin baginya berhenti menyampaikan pemikiran dan gagasannya tersebut.

“Saya bilang kepada ibu saya, bahwa tidak ada kata bagi saya untuk berhenti. Semua akan baik-baik saja. Saya bisa bilang begitu, karena bagi ibu saya ini memang menyakitkan mengetahui sewaktu-waktu saya bisa mati kapan saja,” ucapnya.

*Silakan klik di Sini untuk update berita: Kontroversi Irshad Manji

Jadi Lesbian, Irshad Manji Tetap Dicintai Ibunya

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s