Penembak wartawan TVRI ditangkap polisi saat salat di masjid


Penembak wartawan TVRI ditangkap polisi saat salat di masjid barang bukti penembakan wartawan TVRI . merdeka.com/putri artika resyakasih

Hendra Yudha (22), joki penembakan terhadap wartawan TVRI, Djuli Elfiano pada 17 Maret lalu ditangkap polisi di Karawang pada Sabtu (26/5) kemarin. Saat ditangkap, Hendra mengaku sedang salat di sebuah masjid.

“Saya ditangkap saat lagi salat di masjid,” kata Hendra kepada wartawan di Main Hall Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (27/5).

Hendra menceritakan kronologi penembakan terhadap wartawan senior TVRI tersebut. Saat itu, dia mengaku cuma mengantarkan pelaku penembakan.

“Awalnya saya diajak Rudi suruh nyebrang ke Jakarta, ya sudah berangkat ditawari kerja. Sampai di Jakarta di situ diajak Rudi, saya lihat di situ ketemu motor, saya tunggu di pojokan belakang mobil tiba tiba terdengar suara letusan,” cerita Hendra yang mengenakan baju tahanan Polda Metro Jaya dengan luka tembakan di betis bagian kiri.

Dia melanjutkan, “Terus tiba-tiba Rudi nyamperin saya bawa motor, Rudi cuma sempat bilang, ayo buruan saya habis nembak orang. Tapi saya tidak lihat korbannya,” imbuhnya.

Sebelum menembak korban, lanjut Hendra, pelaku mengintai terlebih dahulu. “Dia ngintai dari siang, Rudi muter-muter di ujung, ada motor nganggur. Rudi pura-pura kencing terus tiba-tiba ada bunyi letusan itu. Saya nggak kelihatan soalnya di belakan mobil. Lalu saya samperin saya nggak lihat korban,” katanya.

Setelah menembak korban, Rudi bersama dengan Hendra pulang ke kontrakan Rudi yang terletak di daerah Kranggan, Bekasi.

“Pas kabur lewati rumah korban tapi gak sempat lihat korban. Habis dari situ saya diajak ke kontrakan Rudi yang di Kranggan. Lalu saya kabur pulang ke kampung tebing Timur di Lampung,” tutupnya.

Hendra ditangkap setelah sebelumnya polisi menangkap empat pelaku yaitu RN, AN, KR dan satu penadah sekaligus pemasok senjata api SL. Hendra bersama kelompoknya merupakan salah satu dari komplotan pencuri kendaraan bermotor yang kerap beroperasi di Ciputat, Tangerang dan sekitarnya.

Dari tangan kelompok ini berhasil disita dua senjata api rakitan berikut 8 butir peluru, satu sepeda motor Suzuki satria, satu sepeda motor Jupiter MX, satu buah kunci kontak yang sudah dibentuk dan dapat dipergunakan kepada semua kendaraan roda dua.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang perampok hendak mengambil motor milik Djuli Elfiano. Kejadian itu terjadi tepat di depan rumahnya di Jalan Kalimantan, Villa Bintaro Indah Blok B4/2A RT 07/011, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (17/3).

Djuli Elfano tewas terkena tembakan dari arah ketiak kirinya hingga bersarang di dadanya. Saat dibawa ke RS EMC Bintaro, Djuli masih bernafas. Namun nyawa Djuli tidak tertolong.

Penembak wartawan TVRI ditangkap polisi saat salat di masjid

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s