Sejarah konser musik internasional di Indonesia


Sejarah konser musik internasional di Indonesia justin beiber. merdeka.com/kapanlagi.com

Jika melihat pesatnya perkembangan konser musisi internasional di Indonesia dalam kurun sepuluh tahun terakhir, maka pecinta musik di Tanah Air tidak bisa mengalihkan perhatiannya pada konser Deep Purple yang digelar pada tahun 1975.

Bagi pemuda yang besar di tahun tersebut, menonton konser band asal Inggris itu adalah sebuah keharusan. “Hampir semua orang tua yang besar di paruh dekade 70an agaknya menyaksikan konser supergrup rock dunia ini,” tulis Executive Editor majalah Rolling Stone Indonesia Wendi Putranto dalam blog-nya, seperti dikutip merdeka.com, Minggu (27/5).

Majalah Aktuil dan Buena Ventura Group yang bertindak sebagai promotor bahkan berani menggelar konser dua hari berturut-turut di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Untuk bisa menyaksikan Deep Purple, promotor membagi lima kelas penonton. Kelas VIP A dengan harga tiket Rp 7.000, VIP B seharga Rp 5.000 serta kelas I, II dan III, dengan harga tiket paling murah berada di kelas III dengan seharga Rp 1.000.

Delapan belas tahun kemudian, sejarah konser musisi internasional di Indonesia kembali tertulis, tepatnya pada 10 dan 11 April 1993 dimana Metallica sukses “membakar” Stadion Lebak Bulus. Saat itu, tercatat ada sekitar 100 ribu penonton yang hadir.

Selama dua hari konsernya itu, James Hetfield, Lars Ulrich, Kirk Hammett dan Jason Newsted memainkan 44 lagu dalam waktu lima jam. Sayangnya, tiket konser yang dibandrol seharga Rp 45.000 itu tercoreng karena ulah oknum yang tidak bisa masuk ke dalam venue.

Tercatat sebanyak 58 mobil dibakar dan 88 orang ditangkap. Keesokan harinya, Setiawan Djodi sebagai promotor AIRO dipanggil Presiden Soeharto.

Berselang tiga tahun kemudian, tepatnya pada 14 Januari 1996, di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Adrie Subono dengan JAVA Musikindo berhasil mendatangkan Foo Fighter, Sonic Youth dan Beastie Boys di satu panggung Jakarta Pop Alternative Festival.

Sejak saat itu, nama Adrie Subono menjadi jaminan sukses sebuah konser internasional.

Dan kini, promotor-promotor baru terus bermunculan. Sebut saja Big Daddy, yang akan menggelar konser Lady Gaga di Jakarta pada 3 Juni mendatang, meski belum ada putusan final jadi tidaknya konser tersebut. Promotor lain seperti Berlian Entertainment yang telah sukses mendatangkan artis-artis papan atas dunia seperti Justin Bieber dan Katy Perry. Serta banyak lagi promotor-promotor lainnya.

Sejarah konser musik internasional di Indonesia

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s