Siapa kalian dan saya ini rupanya?


Sesuai dengan judul di atas, sedang terlintas saja di benak dan pikiran, “Siapakah kalian dan saya ini rupanya?” atau bahasa sehari-harinya “Emang loe pikir loe itu siapa woy, dah hebat hah?!!”  😀 – Lanjutan kata-kata dari judul ini adalah “Kok berani-beraninya saya melakukan hal ini atau itu?”
Bantu
Banyak di luar sana, di kehidupan sehari-hari yang nyata ataupun di media sosial sering sekali menemukan masih saja ribut-ributin masalah yang satu ini, “AGAMA”  😀 – Lalu gatal jari ini ingin menulis tentang hal itu 😀
Ok dimulai saja mungkin dari sini: “Agamaku agamaku agamamu agamamu“, mau tuhan orang itu seekor katak pun ya sudah lah, kenapa masih “USIK-USIK”  😀 – Tujuan hidup bukan untuk usik2. Namun, tujuannya adalah mencari bahagia apalagi bahagia yang bersumber dari Sang Pencipta (bukan bahagia yg bersumber dari jalan yg setan berikan). Hidup bahagia karena banyak teman yg mencintai kita karena kita suka membantu mereka (indah bukan?), Hidup bahagia, batin ini tersenyum karena memberi zakat bagi mereka yg benar2 hidup di bawah kekurangan (indah bukan?) dan masih banyak lagi (contoh2 lain bisa lihat di kitab kalian apa yang Dia Yang Maha Kuasa mau dan yang Ia suka. Agama mengajarkan hal-hal yang baik bukan? Yups setuju karena agama itu memang berasal dari yang Maha Baik, dan agama ini ya keyakinan (kok ganggu-ganggu keyakinan orang lain, bukan itu tujuan hidup hey 😀 ) – Kalau fakta realitanya malah karena agama kita jadi SOMBONG (merasa paling baik, jadi saling membunuh, tidak mau saling bantu lagi yg padahal sesama manusia dari PENCIPTA YANG SAMA, saling hujat, malah menjatuhkan, dll) PERTANYAKAN INI! Setuju? 😀
Tidak usah USIK-USIK agama lain lah, pikir dan renungkan “SUDAH BERBUAT BAIK APA KAMU DAN SAYA UNTUK SESAMA MANUSIA DAN BERBUAT BAIK APA YANG SUDAH SAYA DAN KAMU LAKUKAN UNTUK SANG PENCIPTA KITA??” (hey manusia itu ciptaan-Nya kan? sayangi dong, PAHALA kan? – jgn beda-bedakan – kalau bengkok “bantu” luruskan” – kalau butuh pertolongan “bantu dong” – kalau salah ya “maafkan atau ampuni dong” – Dia yang Rabb / Pencipta saja tidak membeda2kan dalam memberikan cintaNya – Dia yang Rabb / Pencipta saja masih mau mengampuni kamu dan saya kan? Dia yang Rabb / Pencipta saja tidak sombong – Nah loh kamu dan saya SIAPA, kok masih “membeda-bedakan” , kok “susah” untuk memaafkan atau mengampuni sesama mu manusia? kok sudah tidak mau lagi membantu sesamamu? kok udah merasa yang paling benar? 😀 Masih pilih-pilih? WOW – Mari Bersama-sama Belajar Hal Hal Baik dimulai dari sekarang yuk, mau tunggu kapan kawan semua? Belajar sama-sama senangi hati Rabb / Pencipta kita yuk (Tuhan atau God atau Allah SWT atau Sang Hyang Widi atau Bapa atau apapun kita panggil dia dengan “hal-hal yang baik”, Dia mengerti kok dia Maha semuanya bukan?) , berhentilah senangi hati Setan (Iblis atau Syaitan atau Devil atau apapun itu namanya)  😀
Sekali lagi mari sama-belajar menjadi LEBIH BAIK LAGI lakukan yang terbaik untuk DIA, kalau kita masih sombong dan “merasa paling” – berhenti yuk 😀 , Mari sama-sama belajar CINTAI sesama kita Manusia (dan tambahan sedikit: juga alam ini, sayangi) – Bagaimana caranya? Bisa kita lihat bagaimana Dia yang Maha Pencipta itu sudah berbuat baik, membantu, mengampuni dan hal-hal baik lainnya (yang TAK TERHITUNG) di dalam hidup kita semua. Bisa juga lihat Ibu kita, Anda dan saya pernah jadi bayi kan? Pernah terbayang berapa kali kita membangunkan ibu kita dulu saat dia sudah tidur nyenyak karena kita minta ASI, ngompol, lapar (Coba diingat-ingat sebentar, ibu “memeluk” kita dan mengangkat kita saat memberi ASI kan? atau melempar kita jauh-jauh saat kita minta ASI? 😀 ) – Saat beranjak balita kita mulai belajar berjalan, sudah berapa kali terjatuh? Ibu kita “lari” tidak waktu itu mengejar dan “membantu membangunkan” kita? Bahkan mengobatinya lalu menasehati “lain kali hati-hati ya blah blah blah.., dan masih banyak lagi hal-hal baik yang SUDAH ibu berikan untuk kita bahkan mungkin sampai detik ini, betul? Terhitung tidak? Saya bantu jawab: TIDAK! 😀 Saat Ibu dulu bantu kita, Adakah dia berpikir-pikir dulu sejenak kalau kita (yang pada waktu itu masih bayi) itu agama nya apa, hitam kah, putih kah, suku apa kah kita dll? Saya bantu jawab lagi: TIDAK! 😀 – Dari dua hal ini, Tuhan dan Ibu, lihat cinta mereka itu kepada kita, MURNI, itulah CINTA dan KASIH YANG SESUNGGUHNYA,…… Lalu pertanyaannya (sesuai dengan judul tulisan ini: Siapa kalian dan saya ini rupanya? Kok tidak mau mencintai, membantu, memaafkan, dan melakukan hal-hal baik lainnya kepada sesama kita manusia, atau mungkin berbuat baik pakai pilih-pilih dulu  🙂 – Perbandingan Hal Baik yang sudah kita terima selama ini, dan Hal Baik yang seharusnya kita lakukan kepada orang lain sudah seimbang belum? Saya bantu jawab: BELUM! Termasuk saya sendiri, seharusnya malu kan ya?  😀 – Masih banyak HUTANG kita, ayo sama-sama kita berlomba-lomba melakukan hal-hal yang baik, bertutur kata yang baik, dll.. biar seimbang perbandingannya – Semangat!
– MARI BERSATU LAH KITA SEMUA! 😉
Jadi, jika ada siapapun dia atau mereka yang butuh bantuan atau salah (yang memang perlu dan seharusnya kita memaafkannya), masih pakai berpikir-pikir dulu dia agamanya apa, suku apa dia, dll? STOP, Dia Yang Maha Kuasa (Tuhan) dan Ibu kita dulu tidak seperti itu 😉 – Justru malah sebaliknya, jika ada yang butuh bantuan, itu justru KESEMPATAN yang Tuhan kasih buat kita. Bantu…. Tolong lah…. Maafkanlah, seperti kalimat sebelumnya di atas, untuk bayar HUTANG kita tadi itu, masih banyak HUTANG nya #nangisModeOn
Akhir kata, saya minta maaf sedalam-dalamnya kalau ada kata yang salah atau merasa tersinggung dll di dalam tulisan ini. Tujuan tulisan ini hanya sebatas mengajak Anda dan juga saya sendiri, belajar bersama-sama melakukan hal-hal yang baik bagi sesama (dan juga alam ini, hewan dan juga tumbuh2an) dan tinggalkan hal-hal buruk yang hanya mendatangkan amarah dari DIA sang PENCIPTA kita semua.
Salam Damai untuk semuanya, suku apapun kalian, agama apapun kalian, dan apapun kalian, selama kalian semua manusia.
Sekali lagi, SEMANGAT YA! 😉
Advertisements